KEPALA UPTD SMP NEGERI 1 BANDAR SRIBHAWONO

Yeni Sulistiyani, M. Pd. lahir di Lampung, 03 Desember 1977. Yeni menyelesaikan studi S1 dan S2
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
Universitas Lampung. Hingga saat ini, ia masih menjadi seorang ASN guru yang mendidik di UPTD SMP Negeri 1 Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur dan sekarang menjadi Pelaksana Tugas Kepala UPTD SMP Negeri 1 Bandar Sribhawono.

Sebagai pendidik Yeni aktif di organisasi profesi PGRI sebagai Ketua Bidang Organisasi Pemberdayaan
Perempuan di Kabupaten Lampung Timur dan anggota APKS Provinsi Lampung masa bakti 2024-2029. Yeni juga aktif di dunia literasi sebagai Instruktur Literasi Nasional Baca-Tulis, menjadi Instruktur Nasional Guru Pembelajar Online, Instruktur nasional PKP Berbasis Zonasi, Finalis Olimpiade nasional Tahun 2019, Mentor di bidang kepenulisan dan jurnalistik, Penulis Lirik Jingle Smanewa dan telah mendapatkan Hak Kekayaan
Intelektual (Haki), Peraih Penghargaan dari Bunda Literasi Kabupaten Lampung Timur dalam Kiprah sebagai Penggiat Literasi Kabupaten Lampung Timur dengan Menerbitkan Buku Mengapa dan Bagaimana Berolah Sastra, Pemenang Lomba Apresiasi GTK Tingkat Kabupaten Lampung Timur tahun 2025, dan Penulis Naskah Soal TKA Bahasa Indonesia satu satunya dari Kabupaten Lampung Timur.

Dalam dunia kepengarangan, Yeni sebagai penulis buku Analekta Telaah Sastra tahun 2018 oleh FAM Publishing dan buku puisi Perempuan Berambut Perak tahun 2018 oleh Aden Jaya Publishing, dan Mengapa dan Bagaimana Berolah Sastra: Kajian, Teori dan Praktik tahun 2024 oleh Lakeisha. Buku Kumpulan Esai dan Kritik yang telah dibukukan secara berjamaah, yaitu Yang Bicara Hanya Untukmu tahun 2017, Jejak Pena tahun 2018, Antologi Kritik Sastra dan Esai Jilid Kedua tahun 2021, Esai Guru Masa Kini: Teruntuk hari Guru tahun 2021, dan puluhan buku kumpulan puisi yang ditulis berjamaah dengan komunitas sastra se-Indonesia, juga kumpulan cerpen berjamaah. Buku-buku yang telah ditelaah adalah Anak-Anak Air karya Heru Antoni, Hanya Untukmu karya Sulis Bambang, Gending Sunyi karya Alvin Shul Vatrick, Menjaring Angin
karya Loddy Surentu, Jejak Rindu karya bersama Bumi Mandeh Bapuisi, Kuberi Kau Nama: Tuan. Bukan Fulan Karya Indra Intisa. Ulat Perempuan Musa Rupat karya Norham Abdul Wahab, Kidung Asmaraloka karya Srie Astuty Asdi, dan Senja Gugur di Matamu karya Ayub Kumala, Apakah Laut Memiliki Ingatan? Karya Ulvha Riska Safitri, Bulan di Langit Anggrek karya Idris Abdul Latif, Menganyam Segalur Mimpi karya Fathya Santari.
Baginya, menulis adalah jalan mewaraskan dan mengarifkan diri.